| Lawu, Juni 2016 |
Jendela Keresahan
Saat ku melangkahkan kaki keluar rumah, mencoba berjalan sendiri keluar dari lingkunganku disaat itu aku merasa dapat membuat suatu benteng baru dalam rapor kisahku
Dan ku berjalan entah sudah seberapa jauh. Sempat ku berpikir apakah aku harus kembali dan menutup buku perjalanan yang baru akan ku rangkai
Sudah 5 hari ku meninggalkan rumah, dan hari ke 6 aku harus membuat kisah untuk anak cucuku nanti, langkah demi langkah ku menapaki sebuah gunung, hanya ditemani kabut dan waktu
Terhentak langkahku saat badai datang jatuh menghantam tubuhku setelah pos ke 6 digunung itu, aku hanya bisa tersungkur sembari berdoa dan berbisik kepada angin bahwa ku hanya sendiri
Beberapa kali ku berpapasan dengan beberapa penghuni gunung, dia hanya bersenandung menghibur perjalanan yang sepi ini
Sesampai nya ku dipuncak gunung seorang ibu berumur menyambutku dengan ramah, dan menawarkan segelas teh hangat ditemani beberapa makanan kecil
Entahlah, hanya senyum kecil nya yang selalu teringat atas kebaikannya hari itu.
1 hari berlalu kubiarkan raga ini bersatu dengan waktu yang terus berputar dan berlalu, rindu lah yang mulai tumbuh, tumbuh dan terus merebut rasa bahagia ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar