Pengikut

Sabtu, 24 September 2016

Belati Mengukir Hati

Pulau Padar, Juni 2016


Belati Mengukir Hati

Embun pagi menghujam kulit
Otak ku kembali menari
Belati menemani perjalanan sepi ini

Ketenaran bukan alasan kami
Kebahagiaan tujuan kami

Lika-liku masalah mari kita lalui dengan meliku-liku

Karena jatuh membuatmu tangguh
Tapi ingat lah teman, dalam kegelapan selalu ada harapan untuk membuat sebuah cahaya

Malam ini ku catat kisah lalu yang membuat kita menjerit
Emosi yang berjalan di lorong rumah sakit membuat semua rasa menjadi kesedihan pahit

Alam kini tau artinya khianat, dan Ia mulai lelah dengan semua kebohongan manusia
Matahari mulai resah mengapa bumi semakin lemah
Bulan mulai gelisah mengapa bumi lebih terang darinya
Janji tetaplah janji dan janganlah kau coba ingkari, wahai manusia duniawi

#SoloTraveler

Tidak ada komentar:

Posting Komentar