Pengikut

Kamis, 06 Oktober 2016

Long Journey 2016 Easy Get Lost and Let'splore Indonesia Part 3


Long Journey 2016
Easy Get Lost and Let'splore Indonesia Part 3

-Lawu Mountain Day 2-

Ayam mulai berkokok burung mulai bernyanyi
Waktunya pendaki mulai ekplorisasi

Hawa pagi itu cukup dingin, cuaca mendukung buat tarik sleeping bag lagi. Tapi ngga afdol naik gunung kalo ngga hunting foto, saat buka pintu rumah Mbok Yem.... Putih semua.... sejenak terlintas dalam hati "ini masih mimpi apa udah di surga"...

Terhentaklah sudah perasaan bahagia yang dipendam..
rasa-rasa hunting sunrise hilang...
semua seperti hari sebelumnya "Hanya Kabut"

Alhasil Foto selama di tempat Mbok Yem hanya sedikit dan mengurungkan niat untuk sampai puncak karena view "sama saja"

Pukul 9 Matahari mulai mengikis debu, mengayuh rasa untuk melangkah turun. Akhirnya niat packing terlaksana, semua siap untuk pejalanan pulang.

Tak berapa lama Mbok Yem memanggil dan memberikan bungkusan berisi Nasi Telor, dalam hati berkata "lumayan buat bekal dijalan"

Usai berpamitan saya langsung menyiapkan kamera saya dan melanjutkan perjalanan, ditengah perjalanan saya berinisiatif mengambil beberapa gambar dan video, dan tertujulah saya di suatu tempat.

Tempat itu mungkin dilarang untuk pendaki mengambil foto, letaknya tepat dipinggir jalan setapak via Cemoro Sewu. Harus ada sedikit effort untuk kesitu, tapi setelah naik beberapa batu besar view nya.... hamparan batu-batu besar sebesar tembok-tembok rumah



Dengan penuh keberanian saya mencoba mengambil foto dengan GoPro, Tak pikir panjang saya letakan GoPro itu pada sebuah batu dibelakang saya tengan mode 1 photo per 3 detik.

Baru sekali foto, tiba-tiba ada suara "bletak....bletak" 

Duar bibir rasanya mau mengumpat, hati rasanya mau teriak. GoPro saya jatuh diantara batu-batu besar tersebut yang sela-sela batu dalamnya hingga 1-2 meter

Termenung bingung, hati berkata pasrah, otak berkata sikat.
Yakeles GoPro ditinggal:( 

Pikir berpikir saya baru sadar kalau Wifi GoPro masih tersambung dengan Hp, Akhirnya saya lihat layar hp mengarah kemana kamera tersebut



Beruntung... Kamera itu mengarah ke cahaya luar

Akhirnya dengan penuh ketakutan tertimpa batu sebesar tembok, saya berani kan memasukan tangan saya penuh ke dalam sela-sela batu

Percobaan pertama gagal
Percobaan kedua dengan penuh paksaan hingga pundak, ujung GoPro tercapai...

Langsung saya turun dari tempat tersebut dan melanjutkan perjalanan, sampai saya berkata "ngga lagi iseng-iseng digunung" :'D

Ditambah berita yang saya ingat tentang kebakaran yang merenggut nyawa di daerah tempat saya mengalami kejadian tadi

Rasanya... Bergetar Semriwing~



Hingga akhirnya bertemu pendaki lain yang berjuang naik dan saya hanya berkata "Hati-hati yaa mas"

Kesimpulan kalau naik Gunung
1. Jangan iseng 
2. Jangan sombong
3. Jangan meremehkan
4. Jangan lupa, berangkat dengan doa dan mengakhiri dengan doa

Selamat Mendaki dan Berhati-hati!

See yaa in Next Section Baliplore!

#SoloTraveler


   

Senin, 03 Oktober 2016

Long Journey 2016 Easy Get Lost and Let'splore Indonesia Part 2

via Cemoro Sewu


Long Journey 2016
Easy Get Lost and Let'splore Indonesia Part 2

Solo, Jawa Tengah 2016

Sesampai nya di Solo tinggalah saya di kediaman kakek dan nenek, berhubucng masih banyak saudara tinggal di Solo memungkinkan saya untuk sembari menjalin silaturahmi

3 Hari berselang saya melanjutkan rencana perjalanan saya yang pertama yaitu mendaki Gunung Lawu, awalnya saya berpikir apakah nanti saat saya memulai pendaikan akan ada pendaki lain di hari yang sama, jam yang sama, dan jalur yang sama. Tapi entahlah niat saya yang sudah bulat menjadi tak peduli apakah nanti mendaki sendiri atau bersama pendaki lain

-Lawu Mountain Day 1-

Hari silih berganti, akhirnya pagi hari yang saya nantikan datang, berbagai macam perlengkapan sudah siap, dan akhirnya saya tiba di Pos Pendakian Cemoro Sewu (Letaknya sebelum Cemoro Kandang) sekitar pukul 6 Pagi

Feeling saya berkata sudah bahwa saat itu saya akan mendaki sendiri... ternyata semua itu benar adanya, sesampainya saya di Pos Cemoro Sewu saya hanya pendaki sendiri di bulan puasa itu, rasa untuk kembali kerumah dan melanjutkan mimpi sudah sirna karena rencana yang saya sudah persiapkan dengan baik

Selama pendakian saya disuguhkan dengan berbagai macam hewan liar, mungkin karena bulan puasa dan jarang pendaki naik, mereka (hewan) lebih banyak berinteraksi dengan dunia luar seperti ayam hutan, burung seperti merpati tapi berwarna hijau, tupai, elang, dll. Hewan itu pula yang menghibur saya selama pendakian

Setelah 4 jam mendaki tiba-tiba cueca berubah tidak bersahabat, terpaan angin, kabut dan hujan yang begitu kencang. Entah ada apa dalam hujan saya seperti melihat seseorang lewat, tetapi saat itu tidak ada tempat untuk berteduh baik hanya pohon kecil. Akhirnya saya hanya duduk dengan memakai jas hujan dan rain cover untuk tas. Saat menunggu badai itu pergi menurut anda apakah yang baik untuk saya lakukan? jujur saya hanya takut karena badai itu begitu kencang, jarak pendang hanya 1 meter dan tidak ada tempat untuk berteduh ditambah tidak ada pendaki lain yang soap membantu pika terjadi sesuatu.

Setelah hampir 45 menit akhirnya badai itu berlalu dan saya melanjutkan perjalanan, 20-25 menit sampailah saya di kediaman Mbok Yem

Tibanya disana saya disuguhkan segelas teh hangat dan berbagai cemilan, dengan manis Mbok Yem menyapa dan bertanya dengan siapa saya mendaki dan adakah pendaki lain, saya hanya berkata "mboten enten mbok, mong kulo mawon" lalu dia hanya tersenyum

Selama saya di tempat Mbok Yem sejak saya sampai hingga sore menjelang sunset saya tidak bisa keluar karena diluar hanya ada kabut, kabut, dan kabut, jadi semua benar-benar diluar ekspektasi mengambil beberapa foto hanya akan ada kabut, jarak pandang hanya 5 meter lalu kabut, yaaaa terhimpit kondisi itu, memaksa saya untuk mengistirahatkan mata hingga esok pagi...

Next section in part 3...

#SoloTraveler