| via Cemoro Sewu |
Long Journey 2016
Easy Get Lost and Let'splore Indonesia Part 2
Sesampai nya di Solo tinggalah saya di kediaman kakek dan nenek, berhubucng masih banyak saudara tinggal di Solo memungkinkan saya untuk sembari menjalin silaturahmi
3 Hari berselang saya melanjutkan rencana perjalanan saya yang pertama yaitu mendaki Gunung Lawu, awalnya saya berpikir apakah nanti saat saya memulai pendaikan akan ada pendaki lain di hari yang sama, jam yang sama, dan jalur yang sama. Tapi entahlah niat saya yang sudah bulat menjadi tak peduli apakah nanti mendaki sendiri atau bersama pendaki lain
-Lawu Mountain Day 1-
Hari silih berganti, akhirnya pagi hari yang saya nantikan datang, berbagai macam perlengkapan sudah siap, dan akhirnya saya tiba di Pos Pendakian Cemoro Sewu (Letaknya sebelum Cemoro Kandang) sekitar pukul 6 Pagi
Feeling saya berkata sudah bahwa saat itu saya akan mendaki sendiri... ternyata semua itu benar adanya, sesampainya saya di Pos Cemoro Sewu saya hanya pendaki sendiri di bulan puasa itu, rasa untuk kembali kerumah dan melanjutkan mimpi sudah sirna karena rencana yang saya sudah persiapkan dengan baik
Selama pendakian saya disuguhkan dengan berbagai macam hewan liar, mungkin karena bulan puasa dan jarang pendaki naik, mereka (hewan) lebih banyak berinteraksi dengan dunia luar seperti ayam hutan, burung seperti merpati tapi berwarna hijau, tupai, elang, dll. Hewan itu pula yang menghibur saya selama pendakian
Setelah 4 jam mendaki tiba-tiba cueca berubah tidak bersahabat, terpaan angin, kabut dan hujan yang begitu kencang. Entah ada apa dalam hujan saya seperti melihat seseorang lewat, tetapi saat itu tidak ada tempat untuk berteduh baik hanya pohon kecil. Akhirnya saya hanya duduk dengan memakai jas hujan dan rain cover untuk tas. Saat menunggu badai itu pergi menurut anda apakah yang baik untuk saya lakukan? jujur saya hanya takut karena badai itu begitu kencang, jarak pendang hanya 1 meter dan tidak ada tempat untuk berteduh ditambah tidak ada pendaki lain yang soap membantu pika terjadi sesuatu.
Setelah hampir 45 menit akhirnya badai itu berlalu dan saya melanjutkan perjalanan, 20-25 menit sampailah saya di kediaman Mbok Yem
Tibanya disana saya disuguhkan segelas teh hangat dan berbagai cemilan, dengan manis Mbok Yem menyapa dan bertanya dengan siapa saya mendaki dan adakah pendaki lain, saya hanya berkata "mboten enten mbok, mong kulo mawon" lalu dia hanya tersenyum
Selama saya di tempat Mbok Yem sejak saya sampai hingga sore menjelang sunset saya tidak bisa keluar karena diluar hanya ada kabut, kabut, dan kabut, jadi semua benar-benar diluar ekspektasi mengambil beberapa foto hanya akan ada kabut, jarak pandang hanya 5 meter lalu kabut, yaaaa terhimpit kondisi itu, memaksa saya untuk mengistirahatkan mata hingga esok pagi...
Next section in part 3...
#SoloTraveler
Tidak ada komentar:
Posting Komentar